Krejengan - Radar-nasional.net Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mengadakan acara Bersholawat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan selametan desa (kadhisah) bersama Majelis Al-Muhibban. Acara ini menjadi ajang bagi masyarakat desa untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Pada Kamis malam (28/8/2025)
Kegiatan Bersholawat ini dihadiri langsung , Camat Krejengan, Bambang Heriwahyudi, Kapolsek Krejengan, Danramil Krejengan, Kepala Desa Tanjungsari, Suyono, Ketua TP PKK Desa Tanjungsari, Nurlaila, jajaran perangkat desa, Ketua BPD, RW, RT, kader, masyarakat Desa Tanjungsari dan Majelis Al-Muhibban.
Kepala Desa Tanjungsari, Suyono, menjelaskan bahwa gelaran acara ini juga menjadi momentum untuk merayakan
Tradisi selamatan desa bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan atas segala berkah yang diterima. Dengan terus melestarikan tradisi ini, Desa Tanjungsari menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama." Tegasnya.
Gelaran acara ini diharapkan dapat meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan di antara warga desa.
Selain sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, acara Bersholawat juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tanjungsari.
Pada kesempatan tersebut, Camat Krejengan, Bambang Heriwahyudi, juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga tradisi ini, Ia meyakini bahwa kegiatan selametan ini membawa berkah bagi kemajuan desa tanjungsari di masa mendatang." Ucapnya.
Bambang menambahkan Selametan desa atau kadhisah merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tanjungsari untuk mengungkapkan rasa syukur dan memohon keselamatan. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat desa untuk mempererat hubungan dengan sesama dan meningkatkan keimanan." Ujarnya.
Pelestarian tradisi selamatan desa ini patut diapresiasi, terutama di tengah arus modernisasi yang kian deras. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama. Dengan demikian, tradisi selamatan desa dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat Desa Tanjungsari dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat dan kebersamaan." (Mis)